14 April 2015

Puisi, Kebebasan, dan Gairah


Puisi,
Aku ingin selalu bersamamu
Siang dan malam

Kau begitu menggairahkan
Kau bebas dipeluk dan diciumi
Kau tak pernah menolak

Memperkenalkan Budaya Lewat Ukiran


Ada sebuah pemandangan menarik di Restoran Hotel Karebosi Condotel, Makassar, yaitu sebuah potongan pohon kayu yang di dalamnya terdapat ukiran wajah seorang kakek.

Wajah kakek tersebut, menurut pengelola hotel, adalah wajah orang Tionghoa. Kepala bagian atas botak, tetapi kepala bagian belakang dan samping kiri kanan berambut panjang. Kemudian berkumis dan memiliki jangggut panjang hingga dada. (Foto: Asnawin)

Ahok, Budaya, dan Etika


Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok dan kini menjabat Gubernur DKI Jakarta, sebenarnya orang baik, jujur, dan terbuka.
Sayangnya, bawaannya kurang baik.

Beliau kurang bijak, jauh dari sifat kebapakan, cenderung kekanak-kanakan, sering meledak-ledak, dan kata-katanya sering kasar/tidak beretika. Mungkin itu tidak terlepas dari kebiasaan dan didikan orangtuanya sejak kecil.

SAHABATKU


Tak pernah kubayangkan
Kita akan berhadap-hadapan
Bukan sebagai kawan
Bukan sebagai sahabat

Tak pernah kubayangkan
Godaan dunia
Dan kepentingan
Bakal merusak persahabatan kita

Engkau Tetap Sahabatku


Godaan dunia
Pengaruh kekuasaan
Membuatmu silau
Kalap dan gelap mata

Aibku kau buka
Luka lamaku kau korek
Di hadapan teman-teman barumu
Sambil tertawa gembira